The Storm has come…

This is what i waiting for,

The strom that i waited for so long,

I never gonna be exited than before,

And for the time that will we met,

Door! It’s gonna be end, soon..

I dunno why i’m so easy to knowing someone truely personality?

Is that wrong? I think i’m not.

Overthinking? Not.

Because you finally know, he is not the one that you’ve been searching for.

He is not full of respect, his words just bull of shit (?).

Awww…. Ironic? But the fact indeed.

Perhaps, it should ends since i decide to not continue the tie.

And now, i’m sailing on the big waves…

Janardana…

Minara tidak mengenal namanya, dan tidak bisa mengingat dengan jelas wajahnya.

Namun, kebaikan hatinya selalu tertanam di ingatannya, terlebih lagi ketika Minara harus berpapasan dengannya di lobby, pantry maupun exit door.

Senyum ramahnya menawan, sikapnya yang pemalu dan gentle membuat hati tertawan. Pribadinya begitu rendah hati dan mengerti apa arti kehidupan, dan selalu antusias disetiap obrolan dengan koleganya.

Banyak pertemuan – pertemuan yang tidak disengaja membuat Minara terpikat melihat kebaikan hati sang Janardana kepada siapa pun yang ia temui.

Minara senang bisa bertemu dengannya, mengenal pribadinya walau tidak mengenal nama sang Janardana sesungguhnya dan sebaliknya, mungkin sang Janardana pun tidak mengenal nama Minara sesungguhnya πŸ™‚ .

Namun Minara bahagia, Gusti Allah telah memepertemukannya dengan Sang Janardana.

Random thought

Source from : google

I was wondering why woman should be married? I’ve seen people around, she have to work half die, 8 until 5 to help her husband financial.

In this era why are man didn’t fully responsible for their household, they want his wife work for help him (?). For what? Prestige life style? Favorite school for their children? Or travelling overseas to show off to their society?

Everything is bullshit!

I ever met someone, so attractive, charming and wealthy. But, all my beutiful view was fall since he making status : women should financially independent althought she have been married.

What the hell! Non sense!

I’ve seen him from many years ago how he treat her girlfie, bought a bouquet of roses, fine dining, and beautiful gift. But, soon after their marriage life his wife should work to help her husband, and is must.

Oh god, is he stigy man? What kind of you dude?

Rosie ex , ever said that tho. Wife should help her husband financially.Oh god! I don’t wanna marry this kind of man! How if her hubby have another women after long time marriage life, although she already work half-die everyday? For her lifetime.

Pity her. Pity household. Pity husband.

Ironic.

Picture copy right from google.co

Valentine oh Valentine!

In beautiful Valentine night Rosie was break up with her boyfie. Sounds Ironic. But, that’s Rosie final decision!

Poor her! Small mistake makes she knows her boyfie character, George. So stingy!

She should ask her boyfie a chocolate on Valentine, not her boyfie initiative.

Maybe Rosie should accept dating invitation from another man start from now. In the past she always reject dating invitation, even though the man financially stable. But now, is a must!

Ironic! Ironic! Ironic!

Peduli setan!

Loneliness

Sunyi,

Sepi,

Sendiri,

Tak ada teman berbagi suka dan duka,

Yang ada hanya, topeng belaka?

Sungguh lelah bersandiwara,

Harus sampai kapan?

Yang datang tak kunjung mengubah rasa sepi yang kian menghampiri,

Hampa,

Kemana perginya letup – letup kebahagiaan itu?

Datanglah,

Tolong,

Saya kesepian…

Tak Seindah Kamis Kemarin

Semester akhir kini tak jauh di pelupuk mata, kata perpisahan tak terelakkan lagi . Mungkin kamis semester depan,tak seindah semester ini .

Tak ada lagi sapaan “hai”? darinya di malam hari, yang sekedar ingin bertanya tentang tugas untuk dikumpulkan esok, dan takkan ada lagi perbincangan selanjutnya yang diisi gurauan semata .

Hari berlalu begitu cepat jika bersama orang terkasih,namun akan terasa sangat lambat apabila tanpanya ,semoga kesan baik dariku yang selalu terpatri dibenaknya .

Angin senja sore ini begitu menyejukkan sekaligus menggelisahkan hati, angan ku bertanya – tanya kapan takdir mempertemukan kita kembali? Hanya waktu yang menjawab.

Bogor,10 Desember 2018 .

Pesona Museum Bahari (Part.1)

Sabtu,06 Oktober 2018 menjadi kunjungan pertama saya ke Museum Bahari, padahal sudah seringkali teman mengajak berkunjung kesana,berhubung teman bertugas di Museum tsb.

 

Museum Bahari terletak di Jl.Pasar Ikan No.1 Penjaringan,Sunda Kelapa,Jakarta Utara. Oiya,Museum Bahari juga bersebrangan dengan Galangan Kapal VOC,untuk teman teman yang berkunjung kesana akan menemukan Old Batavia walaupun ada beberapa bangunan yang sudah tak terpelihara seperti Kasteel Batavia….padahal kasteel tsb memiliki nilai historis yang begitu tinggi.

Untuk teman – teman pengguna commuterline yang ingin berkujung kemari sangatlah mudah,cukup menaiki krl tujuan jakarta kota lalu turun di stasiun akhir (Stasiun Jakarta Kota) , lalu tap out ke arah Pintu Utama yang mengarah ke Bank BNI .

 

Setelah itu, teman – teman bisa naik bajaj atau grab .Kalo saya prefer naik bajaj,mengapa? Karena dengan naik bajaj kita bisa meresapi keindahan Old Batavia,dengan bajaj kita merasa seperti ada di masa lalu,ya walaupun tetap saja macet dikarenakan padatnya kendaraan yang bersliweran di ibukota.

Oiya,dengan menaiki bajaj kita juga bisa mengurangi macet lho🀣🀣🀣! Selain itu bisa juga memakmurkan sopir bajajnya! Oiya tarif bajaj ke Museum Bahari juga sangat terjangkau,hanya 20 ribu saja. Jika teman – teman ada yang kurang senang naik bbg (bajaj), grab car juga bisa menjadi alternatif . Tapi saya ingatkan lagi ya,naik bbg (bajaj) sensasinya beda! Memacu Adrenalin!Penasaran?Silahkan coba sendiri! Haha….

Jarak jakarta kota – museum bahari tidak memakan waktu yang lama,kira – kira 20 menit saja .

 

First impression saya ketika pertama kali melihat museum bahari, yaitu Takjub! Terkesima dan Terpesona! Saya merasa seperti ada di Fort Rotterdam Makassar! Bangunannya masih terlihat begitu kokoh padahal dibangun pada awal abad 16 .

 

 

 

20181006_155210

Tadaaaaaa! Ini salah satu foto saya di sudut luar Museum Bahari,sebenarnya pada jaman VOC tempat ini adalah gudang rempah – rempah milik Belanda,makanya bangunan ini terbuat dari kayu,agar rempah – rempah tersebut tetap kering dan awet . Oiya, kayu – kayu penyangga di setiap sudut museum bahari begitu kokoh dan besar! Padahal kalo dihitung – hitung usianya sudah mencapai ratusan tahun.

20181006_152138

Namun,sangat disayangkan awal tahun ini terjadi kebakaran di Museum Bahari yang menyebabkan 4 ruang terbakar dan 200-an koleksi maritimnya pun ikut ludes! Penyebab kebakarannya juga dikarenakan angin laut yang begitu kencang dan museum eks gudang rempah – rempah ini berbahan dasar kayu .

 

 

 

20181006_150248

Foto diatas ini merupakan bangunan museum yang terbakar, rasanya sedih bangunan yang bernilai historis tinggi ini sempat terbakar .

Oiya,selain itu banyak sudut – sudut cantik untuk teman – teman yang gemar berfoto, seperti bingkai jendela yang besar dan pintunya,seperti foto – foto saya dibawah ini

20181006_152838

20181006_152953

And tadaaaaaa! Ini adalah teman baik saya yang sudah seperti kakak sendiri! Dialah yang menemani saya berkeliling dan memberitahu saya seluk beluk sejarah Museum Bahari .

 

 

 

 

Oiya….cerita selanjutnya akan dilanjut di Part 2 ya!

Perihal pikiran dan hati

 

20180711_180625.jpg

 

Kali ini saya menulis diantara ramainya penumpang krl commuterline jurusan bogor . Setelah berdiri beberapa menit seorang ibu yang hendak turun di stasiun tujuannya pun memberi kursinya untukkuΒ  .

Hari ini terpikirkan lagi oleh ku ke-ruwet-an menjadi mahasiswa ibukota! Masa kuliah ku mungkin tak seindah teman teman yang bisa berkuliah di daerah . Banyak hal rumit yang menguras tenaga,emosi dan pikiran kala menjadi mahasiswa ibukota . Tiap pagi kamu harus terburu – buru berangkat demi mengejar kereta,bersikut – sikutan dan berdesakan dengan penumpang lain . Suara gemuruh klakson kendaraan bergema kemana – mana,asap knalpot metromini sudah tak terelakkan lagi pekatnya ,belum lagi macetnya jalan yang sudah tak sanggup menampung bejibun kendaraan . Jakarta? Uh! Kota polusi!

Terkadang diriku merasa kesal,kecewa, sedih dan tentunya lelah . Masyarakat ibukota tak seramah orang – orang di kampung halaman . Ego untuk bersaing begitu tinggi! Ego untuk tidak mengalah di jalan raya pun juga! Urusan pergaulan terlebih lagi, kadang mereka manis seperti gula tapi ternyata mereka begitu mematikan seperti racun! Hal tersebut kadang membuatku enggan bergaul,seperti ada jurang pemisah diantara aku dan mereka .

Hari ini kereta jurusan bogor cukup lengang,bukan berarti sepi penumpang. Lengang karena penumpang tak harus berdesak desakan. Sembari memikirkan hal yang terjadi tadi dikampus merupakan hal yang sangat menguras emosi dan pikiran . Mengapa? Hari ini pacar seorang teman di forum saya menyapa sebentar hanya untuk menanyakan pacarnya . Pacarnya cukup bermasalah, dan saya salah satu korbannya . Ngakunya ingin sendiri namun itu hanya bualan belaka. Hingga berani mengajak saya berjuang,lha kamu siapa ngajak saya berjuang? Situ mau ngajak anak orang hidup susah?Astagfirullah .

Berteman dengannya sungguh rumit,dia sosok yang mudah jatuh cinta di perjumpaan pertama . Saya bersikapΒ  ramah bukan berarti saya suka sama kamu dalam artian lawan jenis . Saya bingung sekali,dia memiliki seorang pacar yang cantik,pintar dan lembut tapi masih mau bergenit ria dengan perempuan lain . Tanpa kamu genitin saya dan tanpa kamu baperin saya,saya bisa menjadi teman dan sahabat yang baik buatmu . Untung saja saya tak tergoda bujuk rayu nya untuk berjuang dengannya . Untung saja saya bukan perempuam yang mudah percaya dan mudah di baper-in oleh lawan jenis,bisa gawatkan kalo saya baper? Bisa galau sehari semalam saya! Padahal dia bisa menjadi teman yang begitu potensial buat saya,dia sosok pria yang pengetahuannya luas dan bisa diajak sharing . Tapi sekali lagi,saya sudah tak ingin berteman dengannya . Jika sedari awal tanpa kamu bersikap ‘gitu’ terhadap saya , saya masih bisa menerima kamu sebagai teman baik. Akan tetapi setelah kejadian hari ini,saya cukup tau ternyata kamu seperti ini orangnya .

Untung saja seorang teman yang sudah seperti mbak sendiri mau mendengar curhatan unfaedah ku hari ini dan memberi saran serta nasehat . Semoga kisah ku ini tak terulang kembali di masa yang akan datang .

Perihal UAS?Ah sudahlah! Tak usah dibahas! Senin saya sudah UAS! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

June Diaries

Rabu,6 Juni 2018

Seseorang dariΒ  masa lalu kembali menyapa,setelah lost contact setelah 4 tahun akhirnya kami kembali berkomunikasi . Hari itu menjadi satu hal yang membahagiakan buat saya setelah permintaan pertemanan saya di konfirmasi olehnya . Lama tak bersua ternyata dia melanjutkan pendidikannya ke Kairo,Mesir demi mewujudkan cita – citanya menjadi seorang Hafizd,alhamdulillah .

Genap 5 tahun sudah  saya mengenalnya,perkenalan kami dimulai ketika memasuki organisasi Rohis sekolah . Sosoknya yang charming menjadi center of attention di organisasi dengan ice smilenya! Namun pertemuan kami begitu singkat,saya hanya bertahan selama setahun di organisasi tersebut 😭😭😭.

Kelas penjurusan pun dimulai,saya memilih jalan menjadi anak sosial dan dia melanjutkan ke pendidikan keagamaan. Sosoknya yang kukenal dahulu begitu cuek,entah karena tampangnya yang jutek. Padahal wajahnya rupawan dan manis ketika tersenyum tapi dia pelit senyum,mungkin pemalu ya? Akan tetapi temannya berkata dia sosok yang begitu cerewet ketika sudah akrab dengan seseorang . Perawakannya yang tinggi,dengan postur tubuh yang tegap,dan wajah rupawan membuatnya digilai kaum hawa di sekolah kami ‘walaupun’ ia pelit tersenyum 😊😊😊 , oh iya tak hanya junior yang kagum dengannya,teman – teman sekelasnya pun begitu dan termasuk saya juga pengagum (rahasianya) .

Waktu berlalu begitu cepat semenjak kepindahan ku dari tanah kelahiran ke Ibukota . Setelah berjuang beberapa tahun guna menghafal Al – Qur’an akhirnya tahun 2016,dia beserta rombongan siswa SMA kami yang lulus ke Universitas Al – Azhar,Kairo .

Beberapa hari lalu setelah ia menerima permintaan bertemanku,dia menyapaku terlebih dahulu! So hepiii! Ia lah harus hepiii! Saya pengagum rahasianya sejak dulu,namun kata teman saya dia udah punya pacar,ya sudah pupus lah juga harapan saya ckck…

Setelah menyapa satu sama lain ternyata dia anak yang asyik buat diajak mengobrol,tak seperti dugaan saya sebelumnya haha! Dia anaknya humoris dan kelewat PD! Saking PDnya suka buat perempuan baper! Mending laper kan dibanding baper?!

Ga nyangka aja,dulu saya hanya bisa melihat dan mengagumi dia dari jauh,selepas sholat dhuhur berjamaah di masjid sekolah . Mukanya datar gak ekspresif! Ga ada remeh temehnya genks! It makes me confused! Haha,entar bukan si do’i lagi tapi genggesnya!

But,unfortunately i’ve ever seen in his social media wall,that he won’t in relationship with someone. Potek sudah hati kuh….hahaha 🀣🀣🀣. Mungkin terkait pemahamannya mengenai pacaranΒ  itu tidak diperbolehkan oleh agama. Tapi kan kalo LDR-an ka ga masalah?lagian mau ngapain juga? Aku disani dan kau disana~~ tuh kan, jadi keinget lagu ran πŸ˜†πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹ jauh dimata dekat dihati. Mungkin buat dia pacara NO,tapi PHP-ini cewek sana -sini Yes! 😣πŸ˜₯πŸ˜†πŸ˜ΆπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†….

Daripada baper,makan hati?saya sih ogah! Mending makan sate,coto,konro,sop kambing! Lebih senang! NO lapar dan NO Baper πŸ˜‰πŸ˜Š! Okai gengs! #antibaperbaperclub haha

Salam,

Ketcjup Manjah πŸ‘„πŸ‘„πŸ‘„.

Β 

Β 

Catatan Harian Seorang Demonstran

Sajak Catatan Harian Seorang Demonstran
Slamet Kirnanto (1966) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Jaket kuning berlumur darah
Dengan sedih kutatap kawan-kawan rebah
Di bumi, di terik matahari kota Jakarta
O kita tahu apa arti ini semua

Tertegun di tengah galau beribu massa
Apakah benar peluru itu untuknya?
Yang sebuah itu mungkin untukku
Telah direbut demonstran di sampingku

Udara panas kota Jakarta
Kulihat Ciliwung tetap coklat airnya
Airnya lambat mengandung duka
Apakah ini: bayang-bayang nasib kita

Jaket kuning berlumur darah
Nyanyian gugur bunga, dalam syahdu khidmat kita
Dalam catatan harian ini semua kulihat
Dalam catatan harian ini tertulis sendat
***